Merasa Ditipu, Syamsul Chaniago Laporkan Razman ke Polda Sumut

SUMUT, DAKRINEWS – Syamsul Chaniago warga SM Raja Resmi melaporkan Razman Arif Nasution dengan dugaan Penipuan atau penggelapan serta dugaan menggunakan Ijasah Palsu, hal itu di sampaikannya dalam jumpa Pers, Kamis (21/7/2022) sore di halaman Ditreskrimum Polda Sumatera Utara.
Dugaan Penggelapan atau Penipuan serta menduga menggunakan Ijasah Palsu, di sampaikan (korban) Syamsul Chaniago kepada wartawan setelah Syamsul Chaniago melaporkan Razman Arif ke SPKT Polda Sumatera Utara dengan laporan, LP/B/1300/VII/2022/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA tanggal 21 Juli 2022.
Di hadapan wartawan (korban) Syamsul Chaniago mengatakan dirinya merasa sangat tertipu oleh Razman Arif, Bagaimana tidak, seorang kuasa hukum Ijasahnya tidak terdaftar di PDDIKTI bebernya kepada wartawan.
Menurut korban, dugaan tidak terdaftarnya karena dari pihak Yayasan Universitas Ibnu Chalbun tempat Razman Arif menimba ilmu, ketua Yayasannya sudah di inkrah masuk penjara.
“Jadi semua Berkas seperti Ijasah, itu gugur dari pengadilan dan tidak sah. Karena ketua Yayasan Universitas sudah di penjara (eksekusi) pada 2021 tahun lalu. Jadi, Ijasah Universitas Ibnu Chalbun yang asli ada, sedangkan Ijasah yang di gunakan Razman Arif diduga Palsu,” ungkapnya.
Dalam jumpa Pers, Syamsul Chaniago (50) warga SM Raja km8 GG. Ikhlas Medan Amplas Kota Medan Jl. Garu lll / Jl. Makmur no.147 Kel. Harjosari Kec. Medan Amplas kota Medan menyampaikan, bahwa Dia (Razman Arif) kita menduga menggunakan Ijasah Palsu l,” kata Syamsul korban yang merasa tertipu.
“Razman Arif menggunakan ijasah Palsu Serjana Hukum, sebagai kuasa hukum, tentu saja saya sebagai korbanya yang sudah pernah memakai jasanya merasa sangat kecewa dan tertipu. Karena kita lihat dari Potkes Uya Kuya yang beberapa hari ini sudah tayang satu, dua, tiga hari, semua bukti yang kita dapat dari Yayasan Universitas Ibnu Chaldun Jakarta menyatakan diduga ijazah Razman Arif palsu,” katanya.
Sedangkan persi Ijasah yang asli terdaftar di PDDIKTI semua memakai hologram serta di sahkan oleh pemerintah untuk membuat sertifikat ijasah. Berbeda dengan versi Ijasah Razman Arif yang tidak ada hologramnya, dan dilihat dari nama rektornya juga berbeda. Hal ini kita ketahui setelah kita cek di PDDIKTI melalui hasil Validasi,” bebernya.
“Dari hasil Validasi PDDIKTI tertera Razman Arif tidak terdaftar dari Perguruan Tinggi Universitas Ibnu Chaldun Program Studi Ilmu Hukum Program Sarjana, yang jadi pertanyaan dari mana Razman Arif mendapatkan Ijasa tersebut ?,” tanya Syamsul heran.
Jadi, kesimpulannya saya sebagai Klayen yang pernah memakai jasa Razman Arif Nasution sangat kecewa sebab semua pekerjaan kasus ditanganinya tidak ada yang kelar / berhasil. Uang keluar terus menerus hasil tak ada. Kalau cerita kerugian lumayan berkisar hampir 100 juta dan kasus tak jalan–jalan sama dia /gak kelar malahan saya ribut besar sama dia,” akunya.
Syamsul menyebutkan, “Saya pernah memakai jasa Razman Arif di Polrestabes Medan, jasa penggelapan dan penipuan sekitar 10 bulan yang lalu 2021. Jadi saya merasa sangat tertipu karena menurut dari Potkes Uya Kuya sama yayasan Universitas Ibnu Chalbun, di situ dijelaskan terang benderang, dikatakan semua berkas yang versi Razman Arif tidak diakui.
“Saya juga sudah melaporkan Razman Arif ke Ditreskrimum Polda Sumut. Saya juga sudah diperiksa selain itu saya tambahkan laporan saya ke Dia (Razman) dengan kasus Penggelapan atau Penipuan Pasal 378 dan 372 KUHPidana dan besok saksi saya jam 9 pagi di panggil untuk di periksa. Sedangkan kepada Razman Arif akan diperiksa pada hari Senin jam 10 pagi dia wajib datang. Kalau merasa benar pasti datang ke Polda untuk diperiksa petugas Ditreskrimum Polda Sumatera Utara,” tegas Syamsul Chaniago.
“Karena saya merasa dirugikan, saya melapor ke Polda Sumatera Utara dan saya berharap Polda Sumatera Utara dapat segera memperoses laporan saya dan tegakkan kebenaran,” harapnya.(Irw)